Home / Berita / Sejarah

Kamis, 18 April 2024 - 10:07 WIB

Arti dan Makna Penting Dasasila Bandung Hasil Komunike Akhir KAA 1955

Presioden Sukarno, sedang melakukan pidato dalam pembukaan KAA 18 April1955 /Foto; IPPHOS.

Presioden Sukarno, sedang melakukan pidato dalam pembukaan KAA 18 April1955 /Foto; IPPHOS.

SMKAA- Dasasila Bandung adalah sebuah prinsip perdamaian yang dihasilkan  melalui Konferensi Asia Afrika 1955,  yang mana saat ini digunakan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa sebagai pertujuan perdamaian bagi seluruh di dunia. Dasasila sendiri diartikan didalam Bahasa Indonesia yakni kata “Dasa” yaitu sepuluh dan “Sila” yaitu prinsip. 

Maka, digabungkan menjadi sepuluh prinsip Bandung. Dasasila tersebut merupakan respon para peserta 29 negara peserta Konferensi Asia Afrika yang mana pada saat itu sedang terjadinya kemelut Politik seperti Perang Dingin, yang baru benar-benar selesai 26 Desember 1991 dan terjadinya diskriminasi antar manusia salah satunya yang terjadi di Afrika Selatan yang menerapkan Apartheid.

Konferensi Asia Afrika yang terdiri dari lima negara seperti Indonesia, India, Ceylon(Sri Lanka), Pakistan,dan Burma(Myanmar) mengundang seluruh negara-negara Merdeka maupun semi Merdeka  di Asia dan Afrika .Jadi, harapannya adalah agar adanya Kerjasama Internasional, Menentukan Nasib Sendiri,Menghormati Kedaulatan negara masing- masing,dan Kerjasama Ekonomi. Lalu apa saja isi dari Prinsip Tersebut .

Prinsip Dasasila Bandung:

 Menurut dari sumber Museum Konferensi Asia Afrika bahwa Dasasila Bandung ini dibentuk pada saat terjadinya Konferensia Asia Afrika tepatnya pada tanggal 24 April 1955 yang mana sebagai penutup juga untuk Konferensi Tersebut dan dibentuknya pun atas kesepakatan dari setiap partisipan KAA itu sendiri dengan berbagai Sidang seperti Sidang Komite Politik,Ekonomi,dan Kebudayaan. Berikut hasil dari Konferensi Asia-Afrika:

  1. Menghormati hak-hak menausia seuai Piagam PBB
  2. Menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah semua nasion
  3. Persamaan hak antar bangsa-bangsa besar dan kecil
  4. Mencegah intervensi dan campur tangan mengenai soal-soal intern negeri lain
  5. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri, baik sendirian maupun secara kolektif
  6. Tidak boleh adanya pertahanan bersama uang diabdikan pada kepentingan khusus salah satu negeri besar dan melarang diadakannya tekanan-tekanan terhadap negeri-negeri lain
  7. Melarang diadakan agresi atau memakai kekerasan terhadap kedaulatan wilayah atau kedaulatan politik suatu negeri
  8. Semua persoalan internasional harus diselesaikan secara damai
  9. Memperbesar saling mengerti dan kerjasama
  10. Menghormati keadilan dan cita-cita internasional
baca juga  Museum untuk Semua

DAMPAK ADANYA DASASILA BANDUNG?

Setelah adanya Dasasila Bandung ini, maka negara-negara baik Asia maupun di Afrika yang masih terjajah oleh Kolonialisme telah memerdekakan diri secara bersamaan dan memunculkan beberapa negara hingga Dasasila ini pun menjadi Piagam bagi Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB). Lalu, Konferensi Asia Afrika pun menjadi cikal bakalnya Gerakan Non Blok (GNB) yang tidak memihak kepada kedua ideologi yang sedang marak pada waktu itu. Penggunaannya pun masih digunakan oleh setiap Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dan lembaga dunia lainnya yang bertujuan untuk memperjuangkan perdamaian dunia salah satunya upaya mendorong kemerdekaan Palestina sebagai negara berdaulat.

BAGAIMANA TANGGAPAN DARI BERBAGAI KEPALA NEGARA ?

Menurut Pidato Nikita Kruschev tentang Perdamaian dan Kebahagiaan bagi semua rakjat 1960 terjemahan Bahasa Indonesia di Tema Penghapusan Rezim Kolonial disebut:

Terbukalah massa baru dalam sedjarah umat manusia ,ketika bangsa’2 Asia,Afrika,dan Amerika Latin mulai ikut serta dalam menentukan Nasib dunia bersama’2 dengan bangsa’2 Eropa dan Amerika Utara.Tanpa mengakui kenjataan jang tak terhambatkan ini maka tak mungkin ada politik luar negeri jang realis,jalah politik jang sesuai dengan tuntutan zaman dan aspirasi’2 damai bangsa’2. Masukkah akal bahwa dalam zaman kita masalah’2 internasional jang penting dipetjahkan tanpa ikutsertanja RRT?

India,Indonesia,Srilangka,RAP,Irak,Ghana,Guinea,dan negara’2 lainnja? Bolehkah ia . jang mempunjai pendapat jangn  berlainan daripada jang tersebut tadi,disini ,diantara dindung’2 PBB,Mengingkari pendapatn dan suara para wakil negara’Asia ,Afrika,dan Amerika Latin.Memang, tampilnja negara’2 baru di Asia dan Afrika di PBBmenimbulkan ketakutan dikalangan negara’2 Barat.

Tentang Uni Sovjet, inginlah saja dengan terus terang mengemukakan bahwa kami sangat puas dengan kemuntjulan sedjumlah besar negara’2 baru di PBB.Kami selalu dan akan tetap menentang setiap pelanggaran dan perampasan Hak’2 Bangsa jang telah mentjapai kemerdekaan nasional.  Apa Jang membuat negara baru dekat dengan Kami jalah Hasrat kita jang sama untuk mempertahankan dan memperkokoh perdamaian,untuk mentjipakan sjarat-sjarat bagi Ko eksitensi setjara dmaai dan kerdjasama antara negara’2 dengan tak memandang sistim sosial dan negara diplanet kita,sesuai dengan prinsip tjintadamai jang dinjatakan oleh Konferensi Negara Afro-Asia di Bandung.

Demikian penyampaian Nikita Kruschev Seketaris Jenderal dan Kepala Negara Uni Soviet dari Tahun 1953-1964. Maka, diartikan bahwa Uni Soviet menyambut baik sekali dengan negara-negara merdeka dan juga mengapresiasi Konferensi Asia Afrika. Namun, ada penyataan dari Amerika Serikat sesuai dengan yang dikatakan oleh Artikel Jurnal Cold War II: The Eisenhower Administration, the Bandung Conference, and the Reperiodization of the Postwar Era mengatakan:

baca juga  Gelar Seminar Nasional di Gedung Merdeka, MKAA Tegaskan Dukung Pelestarian  Terhadap Aset Diplomasi

Konferensi tersebut hanya menimbulkan ancaman kecil terhadap tujuan kebijakan luar negeri pemerintah, yang dianggap serius dan berhasil dihindari oleh Washington. Setelah konferensi tersebut selesai, Bandung membantu memicu perubahan dalam pandangan Pemerintahan Eisenhower.

Penulis: Edukator/ Senore Arthomy Amadeus

Editor : JT/ Muhamad Iqbal Alhilal

Share :

Baca Juga

Berita

Gastronomi Diplomasi dalam Jamuan Teh Petang Bersama Saksi Sejarah Kembali dihelat Dalam Rangka Peringatan 69 Tahun Konferensi Asia-Afrika

Berita

Bulan Literasi Asia-Afrika 2023

Berita

Asian African Conference Museum and Naoko Shimazu’s

Berita

Milangkala ke-13 Tahun, Jadi Ajang Pisah Sambut Kepengurusan Sahabat Museum Konperensi Asia-Afrika

Berita

67 Tahun Konferensi Asia Afrika: Recover Together Recover Stronger

Berita

Night at the Museum: H. Agus Salim dan Diplomasi Perjuangan

Berita

Gelar Seminar Nasional di Gedung Merdeka, MKAA Tegaskan Dukung Pelestarian  Terhadap Aset Diplomasi

Berita

Museum KAA Kibarkan 110 Bendera di Gedung Merdeka Bandung