Home / Sejarah

Selasa, 21 Mei 2024 - 20:45 WIB

Udah Tahu Belum? Ini Sejarah Panjang dari Hotel Savoy Homann yang Sempat Jadi Tempat Menginapnya Delegasi KAA 1955

Hotel Svaoyy Homann yang legendaris/Foto:Booking.com

Hotel Svaoyy Homann yang legendaris/Foto:Booking.com

SMKAA-Hotel Savoy Homman merupakan salah satu Hotel tertua di Kota Bandung dibangun pada tahun 1880 oleh seorang warga negara Jerman yang bernama A. Homann, sebelum bernama Hotel Savoy Homman ini mempunyai nama Hotel Post Road dengan bergaya bangunannya Baroq.

Lalu, pada tahun 1883  gaya bangunan tersebut diubah menjadi arsitektur art nouveau. Pada tahun 1910, hotel yang lama dibongkar lalu dibangun hotel baru dengan gaya arsitektur Gothic revival. Pada tahun 1938 bangunan hotel tersebut  kembali dibongkar dan diganti dengan hotel baru yang bergaya international style modern (nieuw bouwen).

Menurut Mary Lou Van Der Berg, Desain Albert Albers untuk Hotel Savoy Homann adalah ikon arsitektur Modernis di Hindia Belanda. Gedung ini dirancang sebagai hotel mewah,dengan ruangan besar, langit-langit dan tinggi, sekitar tiga meter, yang optimal untuk alam ventilasi, pintu bukaan lebar dan peneduh balkon pribadi.

Akibatnya, masuk udara didinginkan semaksimal mungkin, memastikan iklim dalam ruangan yang nyaman untuk tamu. Dalam desain asli, fasad di lantai dasar bisa dibuka seluruhnya. Tapi untuk akustik alasan dan standar iklim yang lebih tinggi (oleh karena itu, permintaan untuk AC) yang dimiliki fasad sudah ditutup dengan kaca.Lalu, ada fakta uniknya adalah konon hotel tersebut pernah ditempatkan oleh salah satu Komedian yang bernama Charlie Cahplin yang mana menuru AyoBandung.com bahwa Pada 1927, Charlie Chaplin dan aktris asal Kanada, Mary Pickford hendak mengunjungi Garut untuk berlibur.

Namun, mereka memilih untuk menginap di Hotel Homann, mengingat kala itu tak banyak hotel yang dapat diinapi. Sontak, konon kala itu masyarakat berbondong-bondong mendatangi Hotel Homann dan berkerumun di pelataran depan. Agar bisa lolos dari kerumunan, Chaplin dan Pickford kemudian menyewa aktor lokal untuk berdandan menyerupai mereka dan tampil di muka khalayak sebagai pengecoh. Sementara para aktor berperan, mereka pergi meninggalkan hotel dengan mobil menuju Garut.

baca juga  Museum Preanger Penghormatan Untuk CP.Wolff Schoemacker

Hotel ini pun pernah difungsikan sebagai Wisma oleh Penjajahan Jepang pada saat itu. Setelah Perang Dunia kedua tepatnya Indonesia merdeka, Hotel tersebut dikembalikan fungsinya sebagai Hotel dan yang berawal nama Pos Road menjadi Homann dan pada saat Indonesia merdeka menjadi Savoy Homann yang mana Savoy adalah Megah dan Homann adalah nama pemilik hotel tersebut. Sehingga, digabungkan yang berarti Hotel savoy yang megah. Tapi, Hotel ini memiliki kemiripan dengan Gedung Denis yang saat ini adalah Gedung BJB disebabkan memiliki Arsitektur yang sama yaitu Albert Albers.

Hotel ini telah difungsikan sebagai tempat penginapan pada saat peristiwa Konferensi Asia Afrika dan berikut peran hotel ini dalam KAA.

Peran Hotel Savoy Homann Dalam Konferensi Asia-Afrika 1955

Seiring dengan berjalannya waktu, Peristiwa Konferensi Asia Afrika telah terjadi pada tanggal 18-24 1955. Hotel ini dipakai sebagai jamuan makan pada saat terlaksananya KAA serta banyak para delegasi dari berbagai negara menginap di Hotel tersebut seperti Ho Chi Minh (Presiden Republik Demokratik Vietnam), Norodom Shihanouk (Pangeran kerajaan Kamboja), Jawaharlah Nehru (Perdana Menteri India), Sukarno (Presiden Republik Indonesia), dan Zhou En Lai (Perdana Menteri Tiongkok.

Fakta unik dibalik hotel tersebut saat KAA terjadi adalah ketiga Tokoh Sukarno, Nehru,dan Chou En Lai memiliki tempat hotel yang sama dengan lantai berbeda yang mana kamar 144 ditempati Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, kamar 244 ditempati Presiden RI Sukarno, sementara kamar 344 ditempati Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Zhou Enlai. Mengutip  AyoBandung, Desain interior dan fasilitas kamar ketiganya serupa, terdiri dari dua buah kamar, ruang tamu, ruang tengah, area makan, area kerja dan balkon spesial di lengkungan Savoy Homann yang langsung menghadap ke Gedung Merdeka.

baca juga  Memperingati 68 Tahun Konferensi Asia Afrika dengan Semangat 'Road to 2025' bersama Sahabat Museum Konperensi Asia Afrika: Menuju Solidaritas dan Kepemimpinan yang Lebih Kuat di Asia-Afrika

Hal yang membedakan adalah aksen di masing-masing kamar, dimana setiap kamar dilengkapi pajangan alat musik khas negara masing-masing. Selain itu, di tiap kamar juga dipasang kolase foto masing-masing orang saat Konferensi Asia Afrika berlangsung. Sebagai tambahan, Di bagian lobi hotel, terdapat ‘golden book’ Konferensi Asia Afrika yang memuat daftar tamu yang hadir beserta tulisan tangan masing-masing pada masa itu.

Nasib Hotel Savoy Homann Pasca KAA 1955

Setelah pelaksanaan Konferensi Asia Afrika, Hotel Savoy Homann menjadi Hotel terbaik di Jawa Barat dengan memiliki kemegahan tersendiri serta kemudian pada tahun 1987- 1990 dilakukan renovasi besar-besaran. Hotel ini bisa masuk dari dua arah, pintu utama dari Jl. Asia Afrika dan dapat keluar/masuk dari Jl. Dalem Kaum, serta memiliki pekarangan dalam (jauh dari jalan raya), juga tamu dapat menikmati sarapan di udara terbuka.

Hotel Savoy Homann saat ini menjadi hotel berbintang Lima di Bandung dan terkadang suka digunakan untuk melayani tamu-tamu negara pada saat Peringatan Konferensi Asia Afrika dan belum jauh dari hari ini. Tahun 2024 tepatnya 8 Januari, lalu telah dikasanakan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri dengan dihadiri oleh para Duta Besar dari berbagai negara yang mana setelah terlaksanannya acara tersebut para tamu undangan dihimbau untuk makan bersama di Hotel Savoy Homann dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Penulis: Edukator/ Senore Arthomy Amadeus

Editor : JT/ Muhamad Iqbal Alhilal

Share :

Baca Juga

Sejarah

Selain Jadi Tempat Menginapnya Delegasi KAA, Hotel Preanger Ternyata Pernah Kedatangan Charlie Chaplin dan Amelia Earthart Lho

Sejarah

Wisata Alam Bandung di Masa Kolonial

Sejarah

Perjalanan Sejarah Gedung Dwi Warna Dari Masa ke Masa

Sejarah

Pernah Melihat Bangunan Dengan Tulisan Swarha di Alun-Alun Bandung Ini Fakta Sejarah Dibaliknya

Journativist

Jejak Kekayaan Budaya Indonesia: Dari Daratan hingga Lautan, Dari Bhineka Tunggal Ika hingga Banda Neira

Sejarah

Fakta Menarik Seputar Konferensi Asia- Afrika 1955

Sejarah

Wisata Kuliner Nusantara Orang Eropa di Masa Kolonial

Sejarah

Udah Tahu Belum? Ini Perjalanan Sejarah Panjang Gedung Merdeka dan MKAA dari Masa ke Masa