Home / Sejarah

Jumat, 3 Mei 2024 - 15:40 WIB

Selain Melahirkan Gerakan Non Blok, KAA 1955 Ternyata Pernah Ada Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika, Ini Fakta Sejarahnya

Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika 1956/Foto:Yayasan Idayu.

Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika 1956/Foto:Yayasan Idayu.

SMKAA-Konferensi Mahasiswa Asia Afrika adalah sebuah pergerakan mahasiswa di seluruh Asia Afrika yang terinspirasi dari Konferensi Asia Afrika yang dilaksanakan pada 18-24 April 1955. Namun yang menjadi perbedaan dari KMAA adalah pelaksanaan tanggalnya dimana mereka dilaksanakan pada tanggal 30 Mei-7 Juni 1956 dan untuk tempatnya sendiri berada di Bandung.

Konferensi Mahasiswa Asia Afrika (KMAA) bertujuan untuk menjunjung tinggi perdamaian berdasarkan Dasasila Bandung serta adanya hidup berdampingan atau disebut Co-Existence maka hal inilah yang menjadi pergerakan mahasiswa untuk berjuang demi negaranya serta menentang adanya Kolonialisme.

Namun, ada sebagian dari Delegasi mahasiswa ini keluar disebabkan disampaikan yang menurut Algemeen Handesblad disebut adanya Pengaruh Komunis yang masuk KMAA. Sehingga, menyebabkan lebih menyondong ke satu pihak. Lalu, seperti apa latar belakang dari cerita tersebut? Langsung saja kita membaca dibawah:

LATAR BELAKANG

Menurut Sejarah Perdjuangan Pemuda Indonesia yang diterbitkan tahun 1959 menyebutkan, Konferensi Mahasiswa ini sebetulnya sudah dicanangkan sebelum terjadinya peristiwa Konferensi Asia Afrika yang mana di tahun 1954, para pemuda Indonesia di Belanda terkhususnya dari PPPI atau Perhimpunan Indonesia(Perhimpunan Pelajar Indonesia) sudah memiliki cita-cita perlu adanya Kerjasama antar mahasiswa di seluruh negara Asia.

Namun, hal itu bukan Mahasiswa Indonesia saja melainkan hampir semua para mahasiswa di Eropa memiliki cita-cita yang sama yang bertujuan untuk menindas Kolonialisme serta adanya perdamaian di Asia.

Maka, dengan itu para mahasiswa ini menyadari perlunya ada Kerjasama dan Solidaritas bersama terutama setelah Konferensi Pemuda yang dilaksanakan di Kalkota, India. Mereka menjadi, lebih semangat setelah terjadinya Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang melahirkan Dasasila Bandung dan adalah suatu manifestasi dari solidaritas rakyat Asia-Afrika dalam perjuangan untuk mencapai kermerdekaan nasional yang penuh dan demokratis, untuk melenyapkan sisa-sisa Kolonialisme dan Neo Kolonialisme,juga merupakan dorongan yang kuat kearah Kerjasama Pemuda Asia Afrika.

Maka, hal ini menjadi sebuah inspirasi bagi Mahasiswa Indonesia sehingga mempunyai ide bagaimana apabila membuatkan sebuah  Konferensi Asia Afrika  versi Mahasiswa.Maka, ide tersebut diajukan kepada PPMI dan pada akhirnya disetujui.Lalu, PPMI telah mengadakan Kongres PPMI dilangsungkan di Tugu,Bogor tahun 1953 tepat di bulan April.

Lalu,Untuk membenarkan ide tersebut oleh Rajab Nasution sebagai wakil Ketua PPMI yang pernah menghadiri sidang IUS di Warsawa Ibukota Republik Rakyat Polandia pada saat itu. Pada saat sidang IUS tersebut , perwakilan PPMI sempat berbincang dengan beberapa delegasi mahasiswa seperti dari India,Iran,Lebanon,dan Irak yang pada akhirnya mengeluarkan pernyataan bersama yang berbunyi:

1.Kami pertjaja bahwa mahasiswa dapat memainkan peranan penting dalam meningkatkan semangat harga diri dan patriotisme,dalam memperdjuangkan kemerdekaan nasional jang penuh ,berdaulat dan meningkatkan kebudajaan nasional rakjat Asia,serta meningkatkan saling pengertian antara negeri-negeri Asia jang menghendaki hidup damai satu sama lain.

2.Kita telah memperhatikan dengan sungguh-sungguh sjarat-sjarat kehidupan jang buruk,kekurangan kebebasan Pendidikan dibanjak negeri Asia dan adanja sisa-sisa dari kekuasaan colonial jang masih tetap menekan kebebasan perkembangan sistim Pendidikan jang patriotic dan demokratis dan usaha-usaha untuk memperbaiki keadaan ini.”

Dalam pernyataan tersebut pun diutarakan untuk dibentuknya sebuah komite persiapan Konferensi yang mempunyai tugas untuk mempersiapkan Konferensi dari berbagai Mahasiswa Asia dan dapat mengikuti sepenuhnya tanpa memandang Politik,Ras,Kepercayaan Agama,dan lainnya. Komite tersebut terdiri dari:

1.Indonesia : 2 orang( ditentukan oleh Komite persiapan Nasional).

2.India : 1 orang dari Federasi Mahasiswa India.

3.Burma: 1 orang dari Uni Federasi Mahasiswa Burma.

4.Jepang: 1 orang dari Federasi Mahasiswa Jepang Otomi.

5.Filipina: 1 orang dari Dewan Mahasiswa Pilipina.

6.Tiongkok: 1 orang dari Federasi Mahasiswa Tiongkok.

7.Iran: 1 orang dari Universitas Tehran.

8.Lebanon: 1 orang dari Uni Nasional Mahasiswa Lebanon.

baca juga  Peringati 68 Tahun KAA, 109 Bendera Negara KTT Asia Afrika dan Bendera PBB Dikibarkan di Kompleks Gedung Merdeka

Maka, pada tahun 1954 telah diadakan Kembali Kongres PPMI menganggap bahwa pernyataan itu adalah cukup untuk dijadikan sebagai tuntutan untuk menyelenggarakan ide tersebut dan menugaskan pada komite Konferensi untuk mengambil Langkah-langkah guna merealisasikannya.

Maka, sebagai tanda berdirinya Dasasila Bandung,maka Kongres PPMI memutuskan untuk Bandung sebagai tempat Konferensinya dengan alasan Bandung merupakan Ibukota Asia dan Afrika.

Baru kemudian pada Mei 1954, Komite Eksekutif PPMI mengadakan sidangnya dan memutuskan untuk memberi kekuasaaan wewenang mengenai pembentukan Komite Persiapan Konferensi Mahasiswa Asia pada Wakil Ketua PPMI Rajab Nasution.

Setelah adanya diskusi,maka pada tanggal 11 Juli 1954 telah dibentuk Panitia Penerimaan di Bandung dan Panitia tersebut didukung oleh berbagai organisasi anggota, namun tidak didukung oleh sebagian besarnya Anggota PPMI. Lalu, PPMI telah mengadakan pertemuan dengan Organisasi Mahasiswa lainnya dan setelahnya, terbentuknya “Panitia Persiapan Nasional Konferensi Mahasiswa se-Asia” atau yang disingkat PPNKMA yang kemudian disempurnakanlah pada tanggal 10 Mei 1955 . Panitia tersebut mempunyai tugas yakni:

1.Mempersiapkan Komite Persiapan Internasional.

2.Membuat persiapan penyelenggaraan Konferensi itu sendiri.

3.Menyusun acara untuk diajukan pada Panitia Persiapan Internasional.

4.Memilih dua Wakil untuk ikutserta dalam sidang Panitia Persiapan Internasional.

Maka, tugas dan fungsi ini akhirnya dijadikan sebagai tugas sehari-hari panitia. Panitia persiapan tersebut mendapatkan perlindungan langsung dari Presiden Republik Indonesia kala itu Sukarno dan Gubernur Jawa Barat menjadi penasihatnya.

Bukan itu saja, Universitas lain seperti Rektor Universitas Indonesia,Universitas Airlangga,Universitas Islam Yogyakarta, Universitas Nasional, Universitas 17 Agustus diangkat menjadi Ketua Kehormatan.Namun, Panitia tersebut sempat mengalami perbaikan setelah ikut sertanya Dewan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada dengan alasan berbagai faktor diperbaiki.

Lalu, Panitia Persiapan Nasional dalam usahanya untuk membentuk Panitia Persiapan Internasional berhasil mengadakan pertemuan secara Internasional dengan bertempat di Taruna,Giri,Puncak. Lalu, tanggal 24-26 September 1955, pertemuan ini dihadiri oleh wakil-wakil mahasiswa dari Indonesia,India,Pilipina,dan R.R.T. Sednagkan dari Jepang dan Lebanon datangnya terlambat.

Sidang Panitia persiapan Internasional ini juga telah menyetujui seruan yang isisnya menjelaskan bahwa tujuan Konferensi Asia Afrika ini yang mana masih menurut Sedjarah Perdjuangan Pemuda disebut:

1.Untuk membicarakan masalah dan kepentingan bersama guna memajukan Kerjasama dlaam lapangan kebudayaan,Olahraga,Belajar,dan kesejahteraan mahasiswa.

2.Untuk memajukan saling pengertian dan pengetahuan serta memperkuat hubungan persahabatan antara mahasiswa-mahasiswa.

3.Mendiskusikan kontribusi mahasiswa dalam memajukan perdamaian dan meredakan ketengan-ketengan internasional.

Pertemuan ini yang menyetujui adanya Konferensi Mahasiswa Asia dan karena menyesuaikan dengan tujuan. Maka, akan diundang juga negara-negara Afrika.Jadi, dari situlah disebut “ Konferensi Mahasiswa Asia Afrika”.

PELAKSANAAN KMAA 1956

Pada tahun 1956 tepatnya 16 Mei, Wakil Presiden Republik Indonesia Mohammad Hatta menyampaikan pesan melalui Koran Merdeka yang berbunyi “Menggagalkan Konperensi Mahasiswa A-A berarti pengchianatan terhadap KAA. Maka, secara garis besar yang menurut pikirian rakyat bahwa Mohammad Hatta sangat mendukung adanya pergerakan Mahasiswa yang meliputi seluruh Asia dan Afrika.

Sebagai Tambahan, alasan mengapa Hatta sangat menekan adanya KMAA ini dikarenakan perlunya pergerakan muda yang menentang pada Kolonialisme dan Imprealisme yang sedang marak pada saat itu yang disampaikan dengan berbunyi (“Hendaknja para mahasiswa bisa mendjadi tuan rumah jang baik, dan bisa menjingkirkan pertentangan2 jang mungkin timbul.) – Ujar Hatta menyampaikan penekanannya pada saat Konferensi Mahasiswa antar Indonesia.

Lalu, semangat dalam KMAA ini menjadi menyebar dan menjalar yang akan berlangsung di Bandung pada Tanggal 30 Mei- 7 Juni 1956 yang mana menurut Java Bode salah satu Koran berbahasa Belanda pada zamannya disebut “Delegasi dari 29 negara akan ambil bagian dalam konferensi tersebut.” Tulisnya.

Pak Ali dalam pidatonya yang menggarisbawahi pentingnya membangun indentitas baru Asia dan Afrika baru sebagai pedoman membangun negara-negara tersebut yang mana berbunyi:

baca juga  Upacara Penurunan 109 Bendera Negara-Negara Peserta KTT Asia Afrika danBendera PBB Berlangsung Secara Hikmat

“Meskipun ada perbedaan dalam pandangan politik dan dalam hubungan budaya dan sosial kehidupan, negara-negara tersebut berhasil membangun identitas AA (Asia Afrika) yang sama di dunia.”

Konferensi Mahasiswa Asia Afrika ini dengan dalam membahaskan dan mengambil Keputusan tentang masalah-masalah keadaan sosial mahasiswa,fasilitas-fasilitas dalam Pelajaran,keadaan Kesehatan dan kesejahteraan mahasiswa. Termasuk dibahaskannya masalah Pendidikan dan Kerjasama antara fakultas-fakultas guna memajukan dan meningkatkan mutu ilmu pengetahuan. Sebagai tambahan, pada saat dilaksanakannya KMAA ini juga mendeklarasikannya untuk menolak kolonialisme serta memunculkan sejumlah resolusi. Berikut beberapa Resolusi:

1.Dukungan terhadap Indonesia terkait persoalan Irian Barat.

2.Dukungan perjuangan kemerdekaan Aljazair.,

3. Hak Para pengungsi Arab Kembali ke Palestina.

Jadi, resolusi inilah yang menjadi semangat baru bagi seluruh peserta KMAA dan menurut Java Bode sendiri disebut Konferensi mahasiswa juga memutuskan untuk bertukar informasi antar universitas di negara yang bersangkutan guna mencapai kerjasama yang lebih erat di berbagai bidang pendidikan. Juga disetujui adalah pertukaran siswa antara negara-negara Afrika dan Asia dan proposal untuk pendidikan menengah wajib.

Maka, hal inilah yang menjadi semangat baru bagi Mahasiswa di Asia-Afrika pada saat itu untuk menuntut sesuai dengan tujuannya. Selain adanya dukungan dari Indonesia pada KMAA, Pemerintahan dari berbagai Asia Afrika juga memberikan dukungan seperti dari India,Iran,Nepal,Korea Utara,Vietnam Utara,Libya,Yordania,Afganistan,Turki,Kedutaan Besar Filipina di Jakarta,Sarjana-sarjana seluruh Asia Afrika dan berbagai Universitas di Asia Afrika yang mengirimkan melalui Telegram.

Dengan berhasilnya KMAA ini mempunyai makna penting bahwa perjuangan Pemuda di Asia Afrika ini memiliki tantangan yang tersendiri. Sehingga, acara tersebut berjalan lancar dan Konferensi ini menjadi dermaan realisasinya lebih lanjut Dasa Sila KAA di Bandung tahun 1955 yang dapat mempersatukan seluruh Mahasiswa Asia dan Afrika dalam melakukan perjuangan bersama untuk melikuidasi sisa-sisa Kolonialisme serta adanya adanya perdamaian Dunia yang menyeluruh.

DALAM FORUM

Pada saat dilaksanakannya KMAA ini, seperti yang dibahas sesuai yang dijelaskan sebelumnya. Namun, Mesir sempat mengusulkan untuk dibentuknya Federasi Pemuda Asia Afrika. Namun, mendapat penolakan keras akibat berbeda pandangan Ideologi sampai terjadinya “Walk Out” dari forum KMAA sendiri oleh Filipina yakni dua Pemimpin Mahasiswa yang bernama Guillermo de Vega dan Jaime Flores. Keduanya mundur dikarenakan menilai bahwa KMAA terpengaruh oleh paham Komunis. Namun, hal itu tidak mendasar sebab menurut dari salah satu  Panitia Rajab Nasution sendiri menyebut tuduhan tersebut tentunya tak berdasar.

Hasil-hasil konferensi justru menunjukan keberpihakan terhadap perjuangan kemerdekaan wilayah yang tertindas seperti Palestina yang diduduki Israel hingga perjuangan kemerdekaan Aljazair. Hatta yang mendukung pelaksanaan KMAA, dikenal sebagai sosok yang berseberangan dengan pergerakan komunis kala perjuangan kemerdekaan negeri ini. Alhasil, secara kesimpulan bahwa apa yang diutarakan oleh Filiphina itu sendiri sangat tidak mendasar dan yang duduk dalam forum sendiri dari berbagai negara yang memiliki perbedaan dalam Ideologi.

Pada akhirnya, KMAA ini berjalan dengan sukses sehingga memunculkan Komunike seperti:

1.Dukungan terhadap Indonesia terkait persoalan Irian Barat.

2.Dukungan perjuangan kemerdekaan Aljazair.,

3. Hak Para pengungsi Arab Kembali ke Palestina.

4.Adanya kerjasama Internasional antar Pendidikan.

5.Mendorong,Mempererat persatuan,dan kerjasama antara Mahasiswa dan Pelajar khusunya dan Pemuda pada umunya.

6.Meningkatkan keyakinan dan kemampuan mengorganisasi.

7.Meningkatkan kesadara politik dan daya juang untuk mencapai cita-cita.

Demikian yang disampaikan oleh Komunike KMAA, Namun ada beberapa dari alinnya yang tidak disebutkan disebabkan adanya penolakan dari Konferensi itu sendiri. Bagaimana Sobat, tertarikkah dengan cerita ini? Semoga bermanfaat ya Sobat !!!!.

Share :

Baca Juga

Sejarah

Wisata Kuliner Nusantara Orang Eropa di Masa Kolonial

Journativist

Jejak Kekayaan Budaya Indonesia: Dari Daratan hingga Lautan, Dari Bhineka Tunggal Ika hingga Banda Neira

Berita

Arti dan Makna Penting Dasasila Bandung Hasil Komunike Akhir KAA 1955

Sejarah

Perjalanan Sejarah Gedung Dwi Warna Dari Masa ke Masa

Sejarah

Pernah Melihat Bangunan Dengan Tulisan Swarha di Alun-Alun Bandung Ini Fakta Sejarah Dibaliknya

Sejarah

Udah Tahu Belum? Ini Perjalanan Sejarah Panjang Gedung Merdeka dan MKAA dari Masa ke Masa

Sejarah

Udah Tahu Belum? Ini Sejarah Panjang dari Hotel Savoy Homann yang Sempat Jadi Tempat Menginapnya Delegasi KAA 1955

Sejarah

Wisata Alam Bandung di Masa Kolonial